Tiko sekarang jenggotan

September 15th, 2007 by tiko-black

Tiko sekarang punya jenggot

whehehehe entahlah semenjak menjelang ramadhan tiba-tiba gw punya inspirasi luar biasa buat miara jenggot, wih jangan parno pikiran lu ya, gw gak ada hubungannya sama Jamaah Islamiyah yang juga doyan miara jenggot, apalagi sama NII (wih gak deh, jangan sampe) Gw cuman ngerasa keren aja, pengen beda gitu mukanya kalo pake jenggot, kayak dah gede gitu loh (gak tau umur nih anak, dah jadi macan kampus masih ngerasa junior mulu) Gak tau deh, muka gw jadi agak lonjong dan berwibawa gimana merinding gitu.

Jenggot itu gw piara kagak pake apa-apa, gak pake pupuk apalagi obat-obat yang dijual 5000 di pasar. Tumbuh gitu aja, tapi sayang tumbuhnya kayak jamur di belakang rumah gw, gak teratur. Jadi ada yang panjang ada yang pendek, ada yang deket jerawat, ada yang tiba-tiba mental deket rahang gw (malah kayak tompel, tiba-tiba ada aja gitu rambut tumbuh disitu) Kalo yang gitu, gw cukur,tapi yang nurut buat ngumpul di dagu gw, gw biarain aja tumbuh. Sekarang dah agak lebet deh.. suka geli sendiri kalo megang-megang (tingkah aneh)

Eh ngomong-ngomong gw jadi inget cerita aneh seputar jenggot gw. Zaman dahulu kala sewaktu gw masih bercelana abu-abu berbaju osis. Gw adalah segelintir orang yang memihara jenggot (beeeh.. jaman dulu mah gak ngetrend kayak sekarang).

Tapi apakah yang tak kusadari itu? Suatu kali, gw dateng ketika mau sholat dzuhur di masjid sekolah, rupa-rupanya lagi ada acara Rohis dan semacamnya, maka penuhlah masjid itu dengan orang-orang berjenggot (kayak gw). Gw dateng dengan hati riang tanpa curiga berniat ikhlas buat sholat, tiba-tiba di teras masjid setelah gw buka sepatu dan menghayal bentar. Gw dipeluk dan dicipika-cipiki! Yup, lu bener, it’s a guy, a real guy. Merinding disko seketika gw, karuan kalo yang meluk itu cewek gebetan gw, pake cipika-cipiki segala lagi. Lah ini cowok tulen yang sama-sama berjenggot. Wah gw gak tau deh, entah karena dia terkesemia dengan jenggot gw yang seksi abis, atau dia merasa sangat berbahagia sekali ada orang yang berjenggot selain dia di teras itu, atau dia emang…. (hiiiiiiiii) eh kaget gw belom selesai lho, dia nambah bikin gw jadi cengok waktu dia bilang gini “Ayo kita sholat jamaah, ente jadi imamnya” Ait, busyet! Gw jadi imam masjid? wait, something wrong here, gw pecicilan gitu, sukanya ngayal, lah wong sholat sendiri aja suka lupa dah rokaat berapa, kok ini malah disuruh jadi imam, ya bubar makmumnya.

Akhirnya gw tolak dengan sangat halus, gw gak bisa jadi imam sekarang, mungkin laen kali aja kali ya. Untungnya dia bukan tipikal orang yang suka memaksakan kehendak yang dilarang oleh UUD itu. Bhwfffff…. selamet… selamet…

Dan sekarang tiko jenggotan lagi, ada cewek yang mau megang gak? Gw ikhlas kok… hehehehehe

Btw, gak penting banget ya post ini, hihihihihi maaf kalo lu nyesel bacanya… J see ya!

Secangkir Kopi dan Sepotong Senja

September 2nd, 2007 by tiko-black

(Sebuah cerpen)

Pagi yang dingin di
bulan november dan hujan pertama telah turun. Seorang lelaki dengan
cangkir kopi berdiri di balkonnya di lantai dua sebuah ruko di
pinggiran Jakarta,

menatap senja yang
menampilkan warna jingga dan kemerahan, melimpahkan warna keemasan
yang memoles kisi-kisi besi dan tubuhnya yang setengah telanjang,
menatap puncak-puncak gedung dan jalanan yang ramai di bawah, ke arah
timur ia bisa melihat kendaraan yang terjebak macet berjalan merayap
bagaikan ular yang berjalan lambat menuju sarangnya, ke barat, atap
sebuah mal yang melengkung menampilkan keindahan yang terpoles indah
dengan sapuan warna keemasan dari cahaya senja. Tetapi, lelaki itu
tidak sedang menatap ke timur atau pun barat. Ia menatap ke bawah, ke
arah payung merah yang  melindungi seseorang di bawahnya dari
rintik-rintik, dan ia sedang berpikir.Haruskah ia mencoba mencari
cinta lagi? Tangan kanannya mencengkram kuat-kuat kisi-kisi pagar
besi, melepaskannya, meminum kopinya, lalu mencengkram kuat-kuat,
melepaskannya lagi. Apakah masih ada kesempatan baginya? Apakah
harus?

Senja masih belum
hilang, keindahan memang tak pernah abadi, keindahan selalu tercipta
sesaat, timbul tenggelam. Apakah itu hakekat keindahan? Menampilkan
warna-warnanya yang menggoda yang kemudian perlahan lahan menggiring
kita menuju kegelapan. Senja masih belum hilang, ketika telepon
genggam di kantong celananya bergetar, melantunkan lagu Romance de
Amor dalam nada monophonic. Tetapi dia tidak

peduli, atau
pura-pura tidak peduli, matanya masih menatap payung merah itu dengan
tatapan setengah terbuka. Rintik-rintik hujan bertambah, namun
tubuhnya yang setengah telanjang dibiarkannya tertetesi air hujan.
Dering telepon genggamnya berhenti, dilihatnya sebuah nama perempuan,
ya.. perempuan yang sudah tidak asing lagi baginya. Ia memutuskan
untuk tidak menemui perempuan itu lagi. Perempuan itu sangat cantik
dan mungkin telah dimiliki seorang pria. Bisa jadi pula perempuan itu
sama sekali tidak tertarik padanya. Maka, ia putuskan untuk tidak
menemuinya lagi. Ia hanya tau sedikit mengenai perempuan itu, tetapi
senyuman itu, tawa itu, dan penggunaan kata-kata yang cerdas itu.

Ia pertama kali
bertemu dengannya di sebuah pertunjukan teater di TMII, saling
bertatap muka di muka pintu masuk, duduk bersama di deretan kursi
yang strategis, dan secepat itu hatinya terketuk, tak berdaya oleh
jari putih perempuan itu, oleh kata-katanya yang cerdas dan suaranya
yang merdu. Sepanjang pertunjukan mereka berdebat mengenai tokoh dan
adegan dalam teater, kalimat-kalimat pun melucur deras dari mulut
lelaki yang pendiam itu. Mereka bertukar nama dan nomor telepon,
saling mengucapkan selamat tinggal dan berjanji untuk bertemu lagi.
Setelah pertemuan itu mereka jadi sering bertemu, di setiap
pertunjukan teater maupun perlucuran buku-buku sastra. Tetapi
kedekatan itu hanya sebatas teman mengobrol, teman yang sama-sama
memiliki minat di bidang sastra, tak pernah sekalipun mereka makam
malam atau berjalan-jalan keluar ke sebuah kafe atau menikmati
lantunan lagu-lagu jazz di JCC, mereka hanya berjabat tangan lalu
mengucapkan salam perpisahan. Sampai pada suatu saat lelaki itu
bertemu dengan perempuan itu di jalan, lalu mengajaknya minum teh
bersama di sebuah

kafe. Mereka
berbincang-bincang tentang perkejaan si perempuan di butik dan si
lelaki sebagai seorang penulis lepas. Satu jam kemudian  perempuan
itu menerima telepon,

wajahnya yang merona
dan cara bicaranya yang berubah telah menjadi tanda bagi si lelaki
untuk harus mundur. Perempuan itu mengatakan ia harus bertemu dengan
seseorang, mengucapkan salam perisahan, mereka berjabat tangan.
Lelaki itu menempuh perjalanan pulang secepat ia mampu, merasa hampa
sepanjang perjalanan, naik ke kamarnya di lantai dua di sebuah ruko,
berdiri di balkon, dan menatap senja yang keemasan dengan perasaan
sesak.

Kali ini senja
telah mulai menghilang, warna-warna jingga telah mulai berganti
dengan cahaya merah keemasan. Planet Venus yang terang benderang
muncul di dekat bulan, seolah menjadi petunjuk bagi setiap manusia di
bumi yang kehilangan arah dalam hidupnya. Payung merah tadi telah
hilang diantara kerumunan orang-orang yang bergerak pulang menuju
rumahnya, tapi dia lupa kapan hilangnya. Pikirannya telah menyita
separuh kesadarannya.

Udara makin dingin,
namun ia enggan untuk masuk. Ia ingin menatap senja lebih lama lagi,
ia ingin menikmati keindahan ini sampai benar-benar habis. Tubuhnya
yang gempal dicondongkannya kedepan, ia menatap senja yang perlahan
memudar dengan malas.Baginya keindahan sama semunya dengan waktu,
kita tak pernah tau dengan pasti apa itu keindahan yang sering kali
muncul dan tenggelam.

Perasaan yang
dimilikinya pun tak benar-benar dia ketahui, selama ini ketika dia
bangun pagi dia merasa jijik melihat perutnya yang gempal bertumpuk
lemak menggelayut, dan ketika menatap wajahnya di cermin, dia menatap
sebuah wajah yang kehilangan gairahnya dengan warna hitam di bawah
mata dan rambut yang tak pernah

tersisir rapi.
Mungkin inilah yang membuatnya selalu tidak bisa menerima dirinya
sendiri, dia selalu berdiri di kegelapan atau menyendiri diantara
teman-temannya.

Sepanjang hidupnya
dia tidak pernah merasa dicintai, bahkan dia takut untuk mencintai.
Hatinya mungkin lebih sering terluka dibanding bahagia, tetapi
perempuan itu?

Dia menatapnya
dengan wajah yang sama ketika dia menatap sebuah buku bagus di toko
buku, tapi apa keindahan itu nyata? Lelaki itu bingung dengan
perasaannya, bimbang

karena seorang
perempuan yang terlalu cantik baginya tersenyum dan menatapnya
sebagai seorang lelaki. Lelaki yang sepanjang hidupnya tidak pernah
mau menerima siapapun bahkan dirinya sendiri, bahkan sekedar untuk
berkaca di etalase toko. Lelaki itu telah terjebak ke dalam
perasaanya sendiri, dia telah menilai segala sesuatu dari

dirinya sendiri. Di
dunia semacam itu, dia tidak pernah bisa berhenti menghakimi dirinya
sendiri, kenyataan baginya hanyalah sebuah ilusi yang tidak begitu
jelas maknanya, yang datang bagaikan mimpi buruk di tengah malam
badai, dan dia akan selalu berdiri di balkon kamarnya entah untuk
yang kesekian kalinya.

Senja yang semu itu
makin lama makin menghilang, membawa malam kepada lelaki yang berdiri
di balkon itu. Kopi di cangkirnya telah dingin semenjak tadi,
perlahan-lahan dia membawa masuk tubuhnya ke dalam, menutup pintu.

 

Sayup-sayup
terdengar lagu dari penjual VCD di pinggir

jalan…

“ku tak tau apa
yang terjadi…”

“antara aku dan
kau….”

“yang ku tau
pasti… “

“ku begitu…
mencintaimu…”

Bandar Lampung

1 minggu pertama gw di depok

September 2nd, 2007 by tiko-black

1 minggu pertama gw di Depok setelah 2 bulan di Lampung. Ngapain aja sih tik?
Yup, 1 minggu ini gw ngerasa satu minggu terlama yang pernah gw alami.

Senin : Nothing, bete mampus seharian ga ngapa-ngapain, sore kuliah tapi ternyata dosennya mas koes (dosen gila yang tajir) gak jelas gw kuliah apa, yang gw ngerti cuman satu:semua hal di dunia ini adalah media, dan kalau buat iklan jangan langsung mikir buat iklan di media tradisional. DVD ROM baru gw dibawain sama temen gw… cihui… ada game the thing juga  (sikatttttt!!! )

Selasa : Rupanya hari ini gak ada kuliah tapi gw ke kampus (dasar bego) Akhirnya pulang terus maen game the thing sampe jantungan (gila gamenya bikin jantung kembang kempis) eh terus ke bawa mimpi, bangun menjelang adzan subuh dengan felling aneh, rupanya gw kebelet pipis. Abis itu molor lagi, sholat shubuh jam 6 kurang 15 menit hehehehehe ^^ ! Abis itu? idupin tombol power komputer maen the thing lageeeeee

Rabu : Asik, dosennya killer (dosen cewek yang kayaknya orang tajir sekali) Langsung ngasih 2 tugas sekaligus, dikumpul buat minggu depan dan minggu depannya lagi. Disuruh menulis 1 paragraf dari sebuah gambar yang telah di deskripsikan per kata, yah semacam itulah, dan rupanya paragraf yang dah di buat dibikin lagi gambarnya dengan gambar yang beda dari gambar asalnya (bingung? sama =) ) pulang dengan niat di kepala maen the thing (setelah ini akan disingkat menjadi game tt saja)

Kamis : Hm…, kuliah siang, malemnya smsan sama Yulvi di UNPAD (cihui anak baru yang gak diospek karena dah gak ngetrend lagi kale ya), Ketemu sama sepupu gw di FIB, kenalan sama teman-temannya, cipika cipiki, ditraktir es teh manis, ketemu sama anak-anak FIB yang cantik-cantik, kuliah di kelas baru yang kereeeeeen banget, lebih mirip kayak di dalem bank atau kantor mewah gitu, you know lah UI (universitas kelebihan duit sampe bingung mau ngebangun apa lagi) Pulang, terus ada pengalaman yang gak ngenakin, tapi gw males nulisnya.

Jumat : Pagi-pagi gw dah maen game tt tapi setelah sepuluh kali gak menang-menang lawan monsternya gw jadi kesel terus gw banting komputer gw, gw maki-maki yang bikin game, gw kencingin monitor gw, gak deng, cuman sumpah serapah kebun binatang langit bumi, yajuj majuj, ayam berkokok, kafilah berlalu (lho?) terus bete, gw maen game lawas Black and White, ih seru juga. Biz itu sholat jumat, makan siang, kuliah lage, tentang pemasaran dan marketing (duh ruwet ya..) Smsan lagi sama Yulvi malemnya. Sampe jam 12 ngerjain undangan buat acara advertising baru tidur.

Sabtu : Kuliah pagi (jam 8), bangun jam 6 lewat. Sholat subuh di pagi hari (kebiasaan buruk). Sarapan energen sereal minum makanan bergizi, kuliah dengan hati riang. Ketemu lagi sama sepupu gw di FIB pas makan pagi menjelang siang (dejavu nih) cipika cipiki. Kuliah lagi, rupanya dosennya gak dateng. Langsung berangkat ke GKJ (Gedung Kesenian Jakarta) buat nonton festival film indie yang disponsori UNDP sama DKI Jakarta berangkat jam 12 rencananya sampe sana jam 1, tapi dasar kereta ekonomi itu mirip binatang yang suka maen lumpur, datengnya malah jam 1 lewat lima (tolol gak sih nunggu 1 jam di stasiun). Akhirnya gw sampe di GKJ jam 2 kurang 15, untung masih kebagian tempat buat nonton film, mulanya semangat, tapi lama-lama bete, filmnya kok jelek-jelek sih?! Ini objektif lho. Ada yang judulnya Asramaku Rumahku, ada yang aneh-aneh, tapi ada yang lumayan (peluit untuk bapakku) tapi temanya dah basi, ada juga yang judulnya x&x (whahahahaha lagi ngetrend ya judul kayak gini, film yang gw buat bareng anak-anak shinnysunday judulnya X&Y, beda tipisssss tapi rasa beda abessssssss)
Film x&x isinya tentang kenapa semua orang harus sama untuk merasa aman, tapi sayang abstak mampus nih film, gak dapet banget temanya, terlalu banyak narasi dan dibuat-buat nuansa sedihnya. Tapi yang gw salut dari film-film itu, akting mereka itu lho, keren banget, cinematographynya juga bagus, dan high budget. Kamera yang dipake kayaknya banyak dan kru filmnya segambreng.
abis itu ya pulang, capeeeek banget. Nonton DVD film festival judulnya London to Brightone, mantep, serem soalnya tentang child abuse, lu harus nonton film inggris ini. SMSan sama Yulvi lageeeeee

Yah begitulah sodara-sodara 1 minggu yang rasanya seperti sebulan. Gak banyak hal menarik, mudah-mudahan ntar banyak tugas biar seru hidup ini, biar gak banyak bengong sama maen game.

Inilah yang dikatakan oleh orang Indonesia

August 17th, 2007 by tiko-black

Inilah yang dikatakan oleh orang-orang Indonesia di seluruh nusantara tentang makna nasionalisme yang direkam oleh Kompas dan ini membuat saya berfikir tindakan apa yang telah saya lakukan untuk memaknai nasionalisme, beberapa diantaranya membuat saya iri, tidak jarang membuat saya terharu…

“ Nasionalisme kuwujudkan dengan mencintai musik dangdut, yang notabene musik khas Indonesia”
Rianti, 20 tahun, Yogyakarta

——————————————————————————————–

“Saya sedang membiayai warung makanan ringan untuk teman-teman saya yang belum mendapatkan pekerjaan tetap. Hanya dengan modal Rp 5 juta, tiga orang teman saya dapat penghasilan tambahan untuk keluarganya.”
Yahmin G, 33 tahun, Rantau Rapat

—————————————————————————————————-

“Ketika gw bersama suporter lain berjuang antri tiket bola selama 5 jam desak-desakan di terik matahari, sampai ada yang menginap di halte bus, ada yang terluka. Ketika lagu Indonesia Raya berkumandang kami bernyanyi bersama disertai air mata, tepuk tangan dan berteriak sekeras-kerasnya.”
Roberto Tambuan, 22 tahun, Tangerang

————————————————————————————————–

“Dua anakku kuberi nama dengan karakter Indonesia yang kental. Jadi meski orang belum pernah bertemu dengannya secara langsung, orang pasti akan tahu, anak saya memang anak Indonesia”
Amir PR, 35 tahun, Makassar

————————————————————————————————–

“Saya adalah PRT. Kalau belanja dan memasak, saya selalu menggunakan produk indonesia. Bukankah itu bentuk nasionalisme orang seperti saya.”
Nafi’ah, 34 tahun, Jakarta

————————————————————————————————–

“Setiap HP-ku bunyi, orang selalu bilang “nasionalis banget”. Itu karena nada dering HP-ku Indonesia Raya. Saat banyak orang mencari lagu pop, dangdut, rock atau barat terbaik untuk nada dering, aku justru memakai lagu kebangsaan”
Agus Setyanto, 36 tahun, Jakarta

————————————————————————————————–

“Saya dan keluarga memilih untuk membeli produk berlabel MADE IN INDONESIA atau yang diproduksi di pabrik Indonesia, karena di balik label itu ada ribuan buruh yang menggantungkan hidup dan nasib anak istrinya.”
Osa Kurniawan Ilham, 33 tahun, Balikpapan

————————————————————————————————–

“Gw kerja disebuah perusahaan retail bagian CCTV/Sentral. Salah satu tugas gw adalah nyetel lagu untuk didengar pengunjung. Selama 8 jam gw bertugas, lagu yang didenger oleh pengunjung adalah lagu-lagu anak bangsa, gw gak pernah nyetel lagu barat. Buat gw ini juga bentuk nasionalisme.
Rury Purwanto, 22 tahun, Tangerang

————————————————————————————————–

“Gw cinta budaya Indonesia! Sampe sekarang, gw masih suka maenin permainan ‘asli indonesia’ seperti bekel, congklak, gw pikir permainan indonesia bener ga ada matinya! Sampai sekarang permainan kayak gitu tetep seru, itu dia yang bikin gw cinta indonesia!”
Gracia, 16 tahun, Jakarta

————————————————————————————————–

“Walaupun aku gak bisa nerusin sekolah SMA dan sekarang berkerja tapi aku akan berusaha belajar dari media apapun yang bisa membuat aku tidak bodoh”
Rastikawati, 18 tahun, Jakarta

————————————————————————————————–

Itulah beberapa pendapat orang indonesia tentang nasionalisme. Benar kata lagu “republik mimpi” meski indonesia banyak rusaknya, banyak boroknya, banyak masalahnya, tapi kita jangan hanya lihat sisi gelapnya, lihat juga sisi terangnya…

Jadi bagaimana nasionalisme yang anda lakukan untuk bangsa kita ini?

makin gila aja dunia ini

August 15th, 2007 by tiko-black

Hei mau denger cerita
paling memuakan yang pernah anda dengar gak?

Begini, suatu kali
di semester lalu saya diundang oleh seroang rekan ke asrama UI di
komplek Universitas Indonesia, ia bilang saya diajak untuk
diikutsertakan untuk membantu sebuah kegiatan mahasiswa dari BEM UI (
f**k they all ). Sebuah kegiatan untuk membantu sebuah desa di Jawa
Barat. Wow asik nih, ini saya banget. Saya jadi tertarik untuk
membantu mereka, karena saya sedikit-sedikit bisa Photoshop, dan saya
ini anak iklan, jadi mereka ingin saya membantu dalam masalah desain.
Oke, I gonna be my best!!

TAPI RUPANYA

Setelah saya panjang
lebar, tetek bengek, dan bilang kalau selama ini kegiatan promosi
mereka salah besar. Cara membuat iklan mereka salah dan bla bla bla,
si ketua bagian publikasi itu bilang “ Wah kayaknya kami akan
menunggu anda, karena anda expert sekali dalam bidang publikasi “
(ya iyalah gw dah 2 tahun di periklanan) dan ketika saya minta nomer
hape nya, dia bilang gak usah, dia yang akan menghubungi saya ( dari
sini saya sudah curiga ) oke, saya mengalah saja. Lalu saya pulang,
dan tidur.

2 minggu kemudian dia gak
pernah menelpon saya menanyakan tentang proposal iklan yang saya buat
untuk kegiatan mereka ( shit! ) dan sampai sekarang.

Dan saya sekarang tau,
kegiatan mereka sebenarnya tidak tulus. Mereka sengaja lho membantu
desa yang memang tidak miskin-miskin amat, agar tidak terlalu sulit,
dan mereka juga tidak mau menggunakan saya sebagai konsultan
komunikasinya karena memang bukan itu tujuan anak-anak yang mengaku
anak BEM itu.

Mau tau tujuannya?

mereka hanya menginginkan
uang yang dikucurkan dari rektorat atas kegiatan mereka, dan mereka
mengharapkan sponsor akan datang ke tempat mereka. DAN INI ADALAH
JALAN PALING MULUS MENJADI KETUA BEM BAGI KETUA PELAKSANA YANG SAYA
TEMUI ITU.

FUCK they all!!!

silakan muntah muntah

Dunia ini memuakan!

August 15th, 2007 by tiko-black

Gila! Saya makin muak saja
dengan dunia ini, entahlah, entah dunia ini memang tidak adil, atau
ketidak adilan memang dibuat untuk dunia ini. Kok bisa sih saya
sampai berfikir seperti itu? Oke, begini ceritanya.

Tadi sewaktu makan siang
di kantin FIB UI, saya duduk di bangku yang dekat dengan ruang
terbuka, karena waktu itu suasana memang lagi benar-benar ramai. Di
kanan kiri saya, seperti biasa duduk sekumpulan mahasiswa mahasiswi
kaya mengobrol sambil merokok. Isi obrolannya tidak jauh-jauh dari
orientasi diri sendiri, benar-benar tidak menarik! Saya lupakanlah
hal itu karena sudah terbiasa, tapi sepintas saya mendengar salah
seorang perempuan cantik dengan gaya tomboy yang cuek sambil merokok
bercerita bagaimana serunya ia berada di luar negeri bersama
mahasiswa-mahasiswa lain dari negara tetangga sedang menghadiri
semacam acara seremonial bersama. Sebuah perhelatan akbar sepertinya.
Oke dan bla bla bla bla… begitu seterusnya, yang diajak ngobrol
rupanya bercerita tentang hal yang sama, oke dan blah blah blah.. (
just shit! )

Hal ini oke fine,
itu artinya dia orang yang berprestasi kan..? Tapi sampai saya di
kosan, duduk dan menonton TV acara film dokumenter anak penarik lori
di daerah jakarta utara. Wow saya takjub melihatnya, falsafah hidup
dan perjuangan mereka menghadapi hidup, serta pandangan mereka
tentang hidup mereka yang keras, yang pasti mahasiswa-mahasiswi kaya
di kampus saya tidak akan pernah merasakannya. Mereka ternyata
menjalani hidup yang religius sekaligus pejuang keras mencari nafkah
yang tidak gampang mereka dapatkan. Saya jadi berfikir, seharusnya
anak-anak penarik lori ini lah yang keluar negri lalu memberitahukan
kehidupan mereka. Perjuangan orang-orang indonesia sebenarnya, tapi
mereka tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu. Karena kini
makin saya sadari, jika seorang kaya ingin menjadi kaya, itu akan
jauh lebih mudah daripada orang sederhana seperti saya ingin menjadi
kaya.

Ya Tuhan jika saya kaya
nanti semoga tidak lupa bahwa saya pernah di bawah dan menyaksikan
mirisnya dunia ini…

Liburan paling seru!

August 9th, 2007 by tiko-black

Gila seru banget liburan gw!

Yup, liburan semester genap yang lamanya tiga bulan itu, yang dulunya gw rencanaain buat magang, yang dah berangan-angan bakal nongkrong tiga bulan di depan komputer ternyata bubar. Si agensi design itu gak manggil2 gw, ya apa mau dikata (80′an banget) gw pulang dengan hati riang, senyum sumringah.

Awal liburan,
tentunya diabisin buat jalan-jalan sama temen-temen sma gw, mulai dari bengeong angong2 sampe hiking yang bikin kaki gw tiga hari pegel-pegel, bayangin, gw jalan kaki dari jam 9 pagi sampe jam 7 malem! Nysusurin sungai gak jelas cuman buat ketemu air terjun yang gak seberapa heboh itu. Tapi seruuuuu banget! Ini namanya hidup pikir gw…

tengah bulan,
rizki pulang, horeeee! Ada gawean baru, gw langsung bilang ke dia “AYO KI, KITA BIKIN IKLAN! ADA LOMBA PINASTHIKA AWARD LHO!!” dengan semangat gila-gilaan!, eh akhirnya gak jadi… hihihihihi ide dah ada, dah jadi juga kok! tapi dasarnya gak pede ya malah bikin film.

Akhir bulan, menjelang agustus,
ini bagian liburan paling seru, paling seru pula di hidup gw yang gak seberapa. Gw ketemu anak2 komunikasi UNILA, ada Nina, Yulfi, Wahyu, Robby, Nissa, terus ada temen-temennya yang laen juga. Wah aji gila buset seru ternyata bikin filmnya, padahal filmnya berat, cuman ngomong doang isinya n agaknya gak penting. Pengennya dimasukin ke festival (dasar tukang hayal lu tik) tapi ini temen-temen gw yang gak kalah asik sama temen2 gw di SMA, seru banget deh.. jalan ke pasar malem, makan jagung bakar, nakutin rumah hantu, pulang pegel-pegel, neriakin motor lewat, shooting yang banyak ketawanya dari pada takenya… hahahahaha konyol banget nih gang. Dan pada akhirnya gw inget kata nenek gw, setiap kamu ketemu kamu harus siap untuk berpisah, dan gw gak siap… damn, kenapa pula gw harus balik ke Depok secepat ini sih.. padahal liburan gw sampe tanggal 27 agustus,Ya udah lah gw balik gak pake semangat, sebodo amat, gw jadi jutek gak jelas, eh bener lho.. gak ada yang tegor gw di jalan, padahal biasanya ada aja yang ngajak ngobrol, namanya orang jalan jauh pasti bete kalo diem aja, tapi kayaknya dah ilfeel dulu ngeliat muka gw yang jutek… bodo!

Depok, kampus UI, anak-anak kampus, temen2 gw yang gak seberapa, gw jadi pengen ke jawa aja, ke jogja atau semarang gitu, baru itu masuk kuliah, males ketemu ma anak2 kampus, pasti ngebosenin, game komputer lah, film jepang lah, fotografi lah, fitness lah, musik yang gak jelas lah, bokep juga, kadang ngomongin jorok, humor yang basi, gak ada lucu, ada juga yang sok hebat, sok tajir, gak mau temenan sama orang laen, manfaatin orang doang lah… ckkkk

bueteeeeee….

gw pengen maen, maen, yo ayo kita maen lagi, lebaran ya… atau semester depan (kalo pulang) atau gak tau kapan (felling gw bakal lama di sana, semester depan gw nyusun TKA, abis itu nyari kerja… abis itu ya kerja.. kapan pulang ya…..)

i am gonna miss you guys…

Lagi gila fotografi!!!

January 12th, 2007 by tiko-black

Entah ini salah siapa, kok sampai-sampai saya jadi kerjaingan fotografi. Jepret sana jepret sini. Semoga gak anget-angetan, ini pengen saya jadikan hobi tetap saya (tetap? ya soalnya saya pikir dulu saya tidak punya hobi selain makan, hehehe makin buncit lho perut ini)

Sampai sekarang hampir gak ada foto yang bagus yang saya buat..
coba liat di:

istiko.deviantart.com

kocar-kacir sana-sini, pengennya cepet bagus, pengennya cepet kayak profesional, pengennya keren, tapi malah jadi stuck sendiri..

sekarang kan saya masih belajar… ya belajar… biar jadi orang yang berguna gitu…

habis.. kuliah saya mahal sekali sih… :)

Akhirnya tiko ngeblog lagi….

May 7th, 2006 by tiko-black

Dar… sudah lama rupanya saya tidak menulis. Baru kali ini saya membuka microsoft word untuk skedar bercuap-cuap tentang hari ke 240 saya di jakarta. Kalau dipikir-pikir saya belum lama tinggal di sini, tapi sedikir- demi sedikit saya mulai terbawa arus tipikal orang-orang jakarta. Ya… sadar apa tidak, di jakarta orang-orang lebih pandai dalam mengungkapkan perasaan dan sangat amat tidak peduli dengan lingkungan di luiar batas pribadinya. Hum… saya sadari itu akhir-akhir ini.Nanti saya bicarakan.

Beberapa hari yang lalu saya bertemu perempuan itu lagi. Senang sekali rasanya hari itu, senang, senang sekali, tidak peduli jika hari itu ternyata saya tidak makan malam, tidak peduli juga kalau seandainya tiba-tiba kita diserang Amerika. Ya.. tuhan, kenpa pula ada perempuan secantik itu berkeliaran di UI, kenapa dia tidak hadir di GUNDAR misalnya, tapi mungkin ini harusnya saya syukuri, bayangkan bila saya harus menunggu di GUNADARMA seharian cuman untuk melihatnya tidak lebih dari dua detik!

Huh…

Ada tugas bodoh yang belum selesai, presentasi tidak guna. Duh.. saya jadi deg-degan memikirkan bahasa inggris minggu depan. Lidah saya yang kaku ini belum pandai kalau harus melentur menari-nari menggunakan bahasa inggris, di depan orang banyak pula!

Pernah terfikir apa tidak? Bila suatu hari nanti saya akan tinggal di jepang dan mencari jodoh di sana. Hahahahaha… saya tidak tau kenapa akhir-akhir ini saya banyak memikirkan hal konyol seperti itu. Tapi saya yakin lho bakal tercapai. Ya.. saya bertekad!

Orang-orang di Indonesia masih sering melihat sesuatu dari luarnya saja. Untunglah teman saya di UI tidak seperti itu, kecuali satu orang rantau seperti saya, tapi jalan pikirannya masih saja sangat “tidak berpendidikan”  padahal kuliah di UI. Makin hari-makin menyebalkan saja orang ini. Tapi itu bukan urusan saya, kecuali jika sudah datang ke kos-kosan lalu memutar lagu keras-keras, atau berlagak pintar main game, padahal masih katro. Saya akan sangat dengan basa-basi segera mengusirnya dari tempat saya (jahat) tapi mau bagaimana lagi, dia sudah mengganggu privasi saya.

ya.. ya.. saya kok jadi kedengaran menyebalkan, oke, saya tidak akan bicarakan siapa-siapa lagi…

huh… maaf kalau sampai menyesal baca post yang satu ini. Saya lagi banyak masalah nih… T_T

I fall in Love

March 18th, 2006 by tiko-black

Pagi ini depok dingin sekali, setelah kemarin dilanda panas yang luar biasa. Depok memang kota aneh, antara jakarta dan bogor, panasnya ya.. tipikal panas jakarta, tapi hujan dan dinginnya tipikalnya Bogor. Pantas disini banyak perumahan dan apartemen. Dingin sih…!

Kemarin saya ketemu perempuan itu lagi, jadi kalau dihitung dari awal, saya sudah enam kali ketemu, dan enam kali tidak bicara apa-apa, enam kali pula dia tidak lihat saya. Tapi saya sedikit lega kemarin, saya ketemu dia sewaktu akan sholat dzuhur di masjid FISIP, rupanya dia juga habis sholat. Alamak!!! Luar biasa cantik! Setidaknya itu yang sekarang saya tau.

Kalau saya diberi kesempatan kecil saja utntuk berbicara secara verbal dengannya, ya.. Tuhan. Hari itu pasti jadi hari yang paling menakjubkan dalam sejarah saya. Tapi kesempatan itu mungkin akan datang saat yang tepat. Tuhan tau apa yang terbaik untuk hambanya, hambanya yang menghadap kepada-Nya saat injury time  . Habit ini pelan-pelan saya hapus lho… itu karena habis baca novel Jiwa-Jiwa Cinta, hehehehehe.

Sebentar lagi UTS, tepatnya tiga hari lagi dari hari ini. Benar-benar pusing. Banyak tugas yang belum selesai, saya harus rajin nih! Tidak sekedar main game atau buat tulisan seperti ini. Iya! Saya harus rajin! Rajin! Rajin!

18 maret 2006

Tuhan ku… dia benar-benar cantik! Ini kali ketujuh saya bertemu dengan perempuan itu. Dia benar-benar mempesona, memiliki subjek dimensi yang tak terbatas menusuk-nusuk di dalam batin saya. Tadi saya bertemu dengan dia di peron stasiun UI, sebelumnya memang sudah ada felling kalau akan bertemu dengan dia.

Tadi dia bersama seorang laki-laki. Hum… saya sama sekali tidak ambil pusing soal itu, sepanjang tidak ada tanda-tanda secara non verbal kalau mereka kekasih, Fuck! I don’t care!!

Ya.. ampun bahkan saya sama sekali tidak tau namanya, mendengar suaranya pun belum, bertatap mata cuman sekali dalam waktu seper mili detik, di waktu senja di jalan hutan UI.

Ampun… mudah-mudahan pertemuan yang terlalu sering ini, jadi tanda dari sang Raja Manusia untuk mempertemukan saya dengan perempuan itu. Amieeennn………

malam ini, saya masih kepikiran wajah manis perempuan itu. hum… Dia benar-benar bisa membuat saya jadi gelpar-gelepar. Memikirkan perempuan yang bahkan sama sekali tidak kenal saya, aneh ya.. tapi saya kepingin sekali lagi ketemu dengan dia pada waktu yang tepat dengan keberanian yang menggebu, menggebu!!

Oh.. saya lagi melow, lagi kasmaran… toooolong saya.!!